“Cinta Sejati atau Cinta Buta?”

Terkadang kita bertanya pada diri sendiri tentang perasaan seseorang, baik terhadap diri kita sendiri, keluarga, sahabat maupun orang lain. Apakah sebenarnya “Cinta” yang dia berikan, “Cinta Sejatikah atau Cinta Buta?”
Berikut ini saya mencoba untuk memaparkan sebahagian yang menyangkut hal-hal tersebut sebagai perbandingan antara “Cinta Sejati dengan Cinta Buta” yang dikutip dari buku berjudul “Biarkan Cinta Bersemi” dan ditulis oleh FATHI MUHAMMAD ATH-THAHIR.
A. Kesamaan antara Cinta Sejati dan Cinta Buta
|
Cinta Sejati
|
Cinta Buta
|
-
Cinta sejati adalah pertemuan ruh dan bersambungnya jiwa-jiwa antara yang mencintai dan yang dicintai.
-
Hatinya sibuk dengan yang dicintainya.
-
Perasaan menggelora, sentuhan dan kasih sayang antara laki-laki dan perempuan.
|
-
Cinta buta itu dimulai dari bertemunya ruh dan bersambungnya jiwa-jiwa antara pecinta buta dan yang dicintai.
-
Sangat cinta dalam percintaan “cinta buta”.
-
Dimulai dengan perasaan, sentuhan, dan kasih sayang antara laki-laki dan perempuan.
|
B. Perbedaan antara Cinta Sejati dan Cinta Buta
|
Cinta Sejati
|
Cinta Buta
|
- Cinta sejati adalah cinta yang disyariatkan antara laki-laki dan perempuan.
- Sangat cinta adalah tingkatan cinta yang tidak dikategorikan cinta sejati kecuali apabila berjalan sebentar dan berakhir.
- Cinta sejati mendorong pemakmuran alam semesta dengan aktivitas dan inovasi.
- Cinta sejati mendorong melanjutkan eksistensi manusia dengan menikah dan berketurunan secara benar.
- Cinta sejati memperkuat ikatan keluarga dan bekerja mengharmoniskan hubungan masyarakat.
- Cinta sejati berdasarkan iman melahirkan cahaya dalam hati, dan dengannya tercipta keajaiban dalam kebaikan.
- Dapat menjadikan tujuan cinta sejati antara suami dan istri sebagai bentuk mengikuti cinta yang tertinggi, seperti cinta kepada Allah, misalnya.
- Di antara tabiat cinta sejati adalah ketenangan, kasih sayang, kelembutan, kedamaian, kegembiraan, kebahagiaan, dan ketenteraman hati.
- Hati pencinta berada dalam genggamannya sesuai kondisi yang dicinta. Jika keadaannya bagus, bertambahlah cinta, dan jika keadaan tidak baik, cinta akan berkurang.
- Jika pencinta kehilangan kekasihnya, dia tetap sehat akan dan badannya.
|
- Cinta buta selalu berlebih-lebihan dalam cinta sehingga yang dicintai menguasai hati pencinta buta tanpa berdasarkan syariat.
- Sangat cinta artinya cinta buta, dan menjadi permulaan tenggelam, gila, dan tidak teratur, serta biasanya dengan syahwat.
- Pencinta buta tidak menyibukkan diri dari urusan agama dan dunia.
- Anak yang terlahir dari pasangan cinta buta mewarisi “kegilaan” dari orang tuanya.
- Cinta buta meregangkan hubungan keluarga dan menebarkan bibit-bibit permusuhan di masyarakat.
- Jika cinta buta menempati hati, kuat kekuasaannya, ia merusak akal, bahkan bisa jadi pelakunya gila, juga melemahkan kekuatan, selanjutnya menciptakan kerusakan-kerusakan.
- Hati yang paling jauh dari Allah adalah hati para pecinta buta karena senantiasa melihat gambar atau potret bentuk wanita.
- Di antara tabiat cinta buta adalah kegelisahan, kesediahan, gila, kurus, napas tak teratur, dan hati tersiksa.
- Hati pencinta buta ditawan dalam genggaman selainnya yang mencelakakan, dan dia tidak dapat lepas baik itu dalam keadaan kekasihnya baik maupun tidak baik.
- Jika cinta buta kehilangan kekasihnya, umumnya dia bisa hilang akalnya, dan bisa bunuh diri.
|
Semoga perbandingan antara cinta sejati dan cinta buta tersebut, dapat menjelaskan gambaran keduanya. Jadi sekarang kita sudah dapat menafsirkan arti “Cinta” yang sebenarnya.

This entry was posted on January 22, 2008 at 7:19 pm and is filed under QuOtAtIoN . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed
You can leave a response, or trackback from your own site.
February 5, 2008 at 12:51 pm
Aku datang teman. Menarik nian tulisanmu ini.
Salam
February 17, 2008 at 1:41 pm
Halo kau ada dimana teman ? Apa kabarmu ? Semoga ku
baik-baik saja salam manis
February 18, 2008 at 1:09 am
cinta, ahhhh…!
February 29, 2008 at 4:05 am
kesejatian cinta menduduki tahta tertinggi dalam singgasana dua hati berlainan yang membalut cinta meraka dengan ketulusan dan keihlasan, pengertian , tanggung jawab, penghargaan , penghormatan dan saling melengkapi tanpa ada yang mementingkan diri sendiri …….
April 12, 2008 at 11:29 am
weh rame bgt ya disini,,numpang mmpir
mmpir balik, dng rendah hati add link donk bolg ku di halaman yg rame ini
dtunggu kunjungannya baliknya
July 25, 2009 at 6:25 am
salam kenal mbak….
tulisannya bagus, menyadarkan saya akan makna cinta…
ditunggu kunjungannya di blog saya..^^