Hampa

teratai

Kesedihan selalu hadir menghampiri

kesepian pun datang menyelimuti

keduanya menyatu dan tak dapat dipisahkan

dari kehidupan yang menyiksa batin…

Angan-angan melayang semakin jauh

seiring hembusan angin

menerpa hati gundah gulana

perih terasa menusuk kalbu…

Tak kuasa memendam hasrat

terlalu lama bergejolak hingga pahit terasa

kini harapan tinggal kenangan semata

hanya dapat berharap meskipun hampa…

4 Responses to “Hampa”

  1. halo rieny :) apa kabarnya, ibu…? *peluk2*

    Hallo juga mba… Alhamdulillah baek2 je…
    ;)

  2. jeblogbalisugar Says:

    Rieni sayang aku datang neh…

    kiss balisugar

    Thanks ya teh… dah mo mampir kemari… *deuh, kangen… peluk2*

  3. wah, suasana dan nada puisinya kok tragis banget, mbak rieny, hiks, semoga saja hampa itu segera berlalu.

    Iya neh pak… hiks..hiks… :sad:
    Lho kog ??? :o ps:

  4. cinta ibarat lautan luas dan dalamnya tak bisa di jangkau oleh mata lahir tp mengandung hasrat untuk lebih mendalami.

    Setuju jeerrr… ;)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.